Pernah gak dalam bayangan kita kalo ntar kita udah gede pingin jadi orang kaya yg sukses, punya suami/istri yg ganteng/cantik, punya keluarga yg harmonis,,,,,bla bla bla bla,,,dan masih banyak lagi...
Tapi pernah gak kita merenung klo kita hidup ini singkat banget. Dari kita lahir, tiba2 kita udah TK, tiba2 SD, SMP, SMA, dst...Ujung2 nya nikah, punya keluarga dan makin tambah tua...."o
Gak nyangka kan klo ternyata waktu yg udah kita lalui cepet banget. Padahal suatu saat nanti kita, kalian, semua manusia pasti akan menemui 1 hal yg gak bakal dihindari yaitu KEMATIAN. Nah skrg, pertanyaannya adakah diantara kita yg siap menyambut kematian itu sendiri???
Kita di sibukkan oleh dunia, harta, wanita/pria, kekuasaan, karir, dll. tapi kita tak pernah menyibukka diri kita untuk ibadah, mencari bekal untuk di kehidupan nanti. Karena setiap perbuatan kita di dunia ini pasti akan dipertanggungjawabkan.
Seorang suami mempunyai 4 org istri. Pada saat itu dia sekarat dan merasakan dirinya akan dipanggil oleh Allah SWT. Maka sang suami memanggil istri2 nya satu persatu untuk masuk ke kamarnya.
Pertama kali dia memanggil istri yang ke-4. Kemudian dia bertanya " istriku, kau adalah istri yang selama ini aku cintai, kini aku akan mati, ajalku sudah dekat, maukah kau menemaniku untuk mati bersamaku? ". sungguh kaget sang istri mendengar pertanyaan suaminya. Lau dia menjawab " maafkan aku suamiku, bukan aku tidak mau, tapi aku harus meneruskan perjuanganmu dengan semua yang sudah kau dapat dan aku belum siap untuk mati ". Sang suami dengan kecewa membiarkan istri ke-4 itu pergi keluar kamar.
Kemudian istri ke-3 pung dipanggil masuk. Sang suami pun menanyakan hal yg sama kpd istri ke-3 nya. Sang istri pun menjawab " maafkan suamiku bukan aku tidak tidak mau, tapi jika aku ikut mati siapa yg akan mengurus pemakamanmu suamiku dan aku belum siap untuk mati ". Sang suami kecewa untuk kedua kalinya.
Lalu masuklah istri yang kedua ke dalam kamar. sang suami pun bertanya hal sama kpd nya. Sang istri menjawab " maafkan aku suamiku bukan aku tidak mau, tapi siapa nanti yang akan mengurus anak2 kita jika aku ikut mati bersama kau dan aku belum siap untuk mati, tapi aku akan mengantarmu sampai ke pamakamanmu". Maka sang suami bertambah kecewa dan sedih karena ketiga istrinya yang selama ini dia bahagiakan, dia cukupi materi dan semua permintaannya ternyata bukan istri yang setia, karena tak ada satupun yang bersedia sehidup semati dg nya.
Hingga tibalah giliran istri pertama masuk ke dalam kamar. Suami melihat sang istri kurus, layu, tak terawat karena selama ini sang suami kurang memperhatikan istri pertamanya. Dalam hatinya dia takut menanyakan pertanyaan yg sama kpd istrinya kali ini. Sang suami berpikir pasti permintaanku akan langsung ditolak istriku ini. Sedangkan istri yg kuperhatikan, kucukupi, kubahagiakan tak ada satupun yg mau, apalagi istriku ini yg tak pernah kuperhatikan. Tapi sang suami harus menanyakannya. MAka sang istri menjawab " aku bersedia suamiku. Waktu kau hidup aku telah mendampingimu, maka jika kau memintaku menemanimu untuk mati maka aku bersedia menemanimu, karena aku hanya ingin menjadi istri solehah yg mendapat ridho suami ". Sungguh terkejut sang suami dg jawaban istri pertamanya kali ini. Dia pun menangis menyesali semua perbuatannya dulu yang mengabaikan istrinya ini.
Dari cerita diatas kesimpulannya adalah setiap manusia mempunyai 4 org istri. Istri yg ke-4 ibaratnya adalah kecantikan/kegantengan jasad kita, istri yg ke-2 ibarat harta kita, istri yg ke-2 ibarat keluarga kita dan istri yg pertama adalah amal saleh kita.
Selama ini kita disibukkan mengurus jasad kita, mempercatik, melakukan perawatan diri, membeli baju yg bagus, berlomba2 mengumpulkan harta dg segala cara, mengurus keluarga yg sangat kita cintai dll. Tetapi kita lupa mengurus rohani kita, jiwa kita, hati kita dg beribadah dan melakukan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

.jpg)
Terimakasih sudah diingatkan. Tulisan yang bagus, terus kembangkan...agar orang lain dapat mengambil hikmah.
BalasHapus